Halaman

Minggu, 27 Maret 2016

Berpikir Induktif



Berpikir Induktif
1.      Generalisasi
Paragraph ini dimulai dari suatu hal yang khusus lalu disimpulkan di akhir paragraph.
Contoh Paragraf :
Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM kembali menuai kritikan. Hal ini karena kenaikan ini akan memicu kenaikan harga – harga barang pokok serta tarif angkutan. Terutama harga barang – barang sembako yang menjadi kebutuhan utama yang melambung tinggi setelah kenaikan BBM. Begitu pula dengan kenaikan tarif dasar angkutan, listrik, gas, dan lain –lain. Oleh karena itu, rakyat menolak kenaikan BBM karena banyak membawa masalah bagi rakyat.
2.      Analogi
Paragraph analogi adalah paragraph yang membandingkan 2 objek dengan menyamakan hal tertentu pada objek yang lainnya.
Contoh Paragraf :
Belajar matematika butuh ketelitian apalagi ketika mempelajari beberapa bab tertentu yang butuh tingkat ketelitian yang tinggi. Sama seperti kita mencari jarum di tumpukan jerami ialah hal yang susah namun bukanlah mustahil jika dilakukan dengan penuh semangat dan konsentrasi
3.      Hubungan Kausal
Paragraph ini diawali dengan memamparkan hal-hal khusus yang berupa sebab-sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab itu.
Contoh Paragraf :
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Berpikir Deduktif



Berpikir Deduktif
1.      Silogisme Kategorial
      Paragraph ini dikembangkan dengan silogisme kategorial yaitu, silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek.
Contoh Paragraf :
Semua professor yang ada di dunia ini pasti sangatlah pandai. Kepintaran mereka sudah tidak diragukan lagi karena sudah terbukti dari elar yang mereka sandang. Sementara itu, Aria adalah seorang professor. Jadi bisa dikatakan bahwa Aria adalah orang yang sangat pandai.
2.      Silogisme Hipotesis
Paragraph ini menggunakan pola silogisme kategorial, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat.
Contoh Paragraf :
Pemerintah sudah memberitahu apabila hujan turun lebat Jakarta akan banjir. Ternyata hari ini hujan turun lebat. Maka Jakarta akan banjir.
3.      Silogisme Alternatif
Paragraph ini dikembangkan dengan pola silogisme alternative, yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan.
Contoh Paragraf :
Karena badannya yang besar, orang-orang bingung apakah budi pelajar SMA atau pelajar SMP. Ternyata, budi di SMA Teladan. Oleh karena itu, Budi bukanlah pelajar SMP.

Selasa, 24 November 2015

(Tugas 6 - B.Indonesia) Mentukan pikiran utama dan pikiran penjelas dari sebuah paragraf



Mentukan pikiran utama dan pikiran penjelasnya dari sebuah paragraf.

Manusia lahir dari suatu masyarakat yang mempunyai sejarah  dan tradisi. Ia merupakan individu yang mau tidak mau harus mewarisi seperangkat nilai-nilai tradisional. Namun kemudian dalam proses kedewasaan ia akan menghadapi suatu kenyataan yang selalu berubah-ubah. Suatu realitas kehidupan yang menyuguhkan tantangan baru yang berbeda baik skala ataupun dimensinya. Disinilah individu tersebut melihat adanya nilai-nilai tradisional yang kurang serasi atau kurang mampu menghadapi tantangan baru tersebut.

Pikiran Utama             : Seorang yang harus memegang nilai-nilai tradisional.
Pikiran Penjelas           :
a.    Suatu proses kedewasaan dalam menghadapi suatu kenyataan.
                                    b. Realitas kehidupan dalam tantangan baru.
                                    c. Melihat nilai-nilai Tradisional yang kurang serasi.
                                    d. Kurang dalam menghadapi tantangan baru.

(Tugas 5 - B.Indonesia) Merubah paragraf induktif menjadi paragraf deduktif



Contoh Mengubah paragraf  induktif  menjadi paragraf deduktif.
Paragraf Induktif :
Bahasa Muna belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa-bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam bahasa sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Muna agak sukar dipelajari oleh penutur asing.

Paragraf Deduktif :
Bahasa Muna kurang dipelajari oleh turunan orang asing. Bahasa Muna juga belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua ditempat itu. Sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka gunakan dengan baik dalam bahsa yang dipakainya.

(Tugas 4 - B.Indonesia) Memperbaiki kalimat menjadi kalimat efektif dan menentukan pola kalimatnya



Memperbaiki kalimat berikut menjadi kalimat efektif dan tentukan pola kalimatnya!
  1. Jembatan layang itu belum selesai seperti yang sudah direncanakan disebabkan karena dananya belum dapat dicairkan semua.
Kalimat Efektifnya :
Jembatan laying belum selesai seperti yang sudah direncanakan karena dananya belum dicairkan semuanya.
Pola Kalimat =S - P - O - K

  1. Agar supaya Anda memperoleh nilai ujian yang memuaskan, Anda harus belajar dengan sebaik-baiknya.
Kalimat Efektifnya :
Supaya anda memperoleh nilai yang memuaskan, anda harus belajar.
Pola Kalimat = S - P - K

(Tugas 3 - B. Indonesia) Menentukan Pola Kalimat



Menentukan Pola Kalimat dari kalimat-kalimat di bawah ini.
Contoh Pola Kalimat :
  1. Rumahku menghadap ke utara.
Pola Kalimat = S - P - K

  1. Gamelan merupakan ciri kesenian tradisional.
Pola Kalimat = S - P - K

  1. Keputusan hakim sesuai dengan tuntutan Jaksa.
Pola Kalimat = S - P - O